Dan apa sebenarnya hal baru yang mungkin muncul dalam perkara al-Bīyalī

12 Dan apa sebenarnya hal baru yang mungkin muncul dalam perkara al-Bīyalī?
Jelaskan kepada kami.

Apakah sesuatu yang sesuai dengan syariat Allah, atau justru sesuatu yang sesuai dengan kepentingan partai dan agenda kalian?

13 Terakhir, wahai Juhani.
Dari mana datangnya keberanianmu sehingga baru sekarang engkau menyampaikan kesaksian dan pengetahuanmu setelah sekian lama?
Ataukah sebenarnya ini bukan keberanian sama sekali, melainkan tekanan, arahan, dan strategi yang datang “dari sana”?

Karena selama ini engkau tidak pernah berani sedikit pun menyelisihi sahabatmu Arafat.
Sebaliknya, engkau justru menjadi benteng pembelanya dengan kebatilan dan kebodohan, serta selalu memujinya.

14 Kalau begitu, agar kami mengetahui apakah engkau benar-benar pemberani atau sekadar mengikuti arah kepentingan, nyatakanlah dengan terus terang sebagaimana orang-orang yang jujur.
Katakan kepada Arafat:

“Engkau telah keliru dalam perkara al-Bīyalī dan telah menyelisihi para ulama.”

15 Bahkan katakan kepada anggota partai baru kalian, yaitu para dai Aden:

“Kalian telah berbuat salah dan menyimpang karena mengikuti Arafat dalam penyelisihannya terhadap para ulama. Kalian membela al-Bīyalī dengan kebodohan dan kebatilan serta memberikan tazkiyah kepadanya.”

16 Bahkan katakan pula kepada Dr. al-Bukhari—yang begitu engkau fanatik kepadanya dan engkau layani layaknya penjaga pintu, membantunya menyelisihi Salafiyyah dan Salafiyyin—

“Engkau telah keliru karena engkau diam terhadap penyimpangan Arafat ketika memberikan tazkiyah kepada al-Bīyalī, serta terhadap fitnah yang ditimbulkannya.

Demikian pula engkau diam terhadap dukungan Juhani kepada Arafat dengan menyembunyikan kesaksian ini, meninggalkan Salafiyyin, bahkan memerangi mereka.”

17 Lalu, apakah penilaianmu terhadap sahabatmu Arafat berdasarkan kesaksianmu sendiri dalam perkara al-Bīyalī ini, mengingat ia telah menyelisihi Salafiyyin yang—dengan karunia Allah—telah menjelaskan kebenaran, memberi nasihat, dan bersaksi dengan benar dalam masalah tersebut?

Tunjukkanlah kepada kami, wahai Juhani.
Perlihatkan kepada seluruh Salafiyyin di seluruh dunia keberanianmu dalam menyampaikan kebenaran semata-mata karena Allah, bukan karena kepentingan lain, jika engkau benar termasuk orang-orang yang merdeka dan terhormat.

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

“Dan orang-orang yang zalim kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 227)

, insya Allah.

Ditulis oleh: Nizar bin Hasyim al-‘Abbas (dan telah memberikan izin untuk disebarluaskan)

17 Muharram 1448 H – 2 Juli 2026 M.

https://t.me/shnizaralabbas/2147

NASIHAT PERSAUDARAAN DAN SERUAN KEWASPADAAN

🔘Judul:
المقالات الأثرية في الرد على شبهات وتشغيبات الحدادية

🔘Penulis:
العلامة ربيع بن هادي المدخلي

🔘Penyusun:
أحمد بن يحيى الزهراني

“Saya nasihatkan kepada saudara-saudara kita agar membaca kitab penting dan penuh faedah ini yang merupakan karya al-‘Allāmah Rabī’ al-Madkhalī rahimahullāh.

Di dalamnya terdapat bantahan terhadap orang-orang seperti Hisyām al-Bīyalī, sekaligus bantahan terhadap para pengekor (muqalid dan sisa²) dari Arafat al-Muḥammadī.

Karena itu, Ahlus Sunnah hendaknya memberikan perhatian yang sungguh-sungguh, sebab Haddādiyyah yang menyusup kini telah muncul mengangkat kepalanya.”

— Dr. Abdullah al-Khairī

https://t.me/fawaaidusalaf/1092

View File on Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top