دفاع عن النبي ﷺ يقطع عقوق اللقماني

دفاع عن النبي ﷺ يقطع عقوق اللقماني

MEMBELA NABIMEMOTONG KEKURANGAJARAN LIDAH LUQMANI (1)

https://t.me/sekelumitsejarah/1260

Luqmani berkata:

__Kemudian tadi sudah kita sebutkan bahwasanya ketika Ka’ab bin Malik tidak ikut perang Tabuk ini ya, menunda…menunda ya… sebetulnya dia ingin menyusul tapi subhanallah ya berlalu silih berganti hari demi hari sampai beliau tidak atau tertinggal dari Rasulullah ﷺ untuk datang ke Tabuk.

Dan memang Rasulullah ﷺ disebutkan oleh Ka’ab bin Malik beliau tidak pernah menyebut-nyebut nama Ka’ab bin Malik ya sampai Rasulullah di Tabuk.

Ketika Rasulullah duduk bersama para sahabat di Tabuk, baru Rasulullah ﷺ menanyakan tentang Ka’ab bin Malik ya. Kemudian ada seorang dari Bani Salamah dia mencela Ka’ab bin Malik ya, berbicara kejelekan Ka’ab bin Malik. Akan tetapi Mu’adz bin Jabal membela Ka’ab bin Malik karena Mu’adz bin Jabal tahu ya kebaikan Ka’ab bin Malik. Nggak terima hatinya ya, hingga ketika dicela saudaranya ini, Ka’ab bin Malik ini ya, dilecehkan harga dirinya bangkit membela saudaranya yang dicela tadi itu ya, dan mengatakan kepada orang yang mencela ini,

“بِئْسَ مَا قُلْتَ” ya

“Betapa jeleknya ucapan kamu ya,” KEMUDIAN MENUNJUKKAN PEMBELAANNYA itu DI ATAS HUJJAH ya.

Ya Rasulallah, demi Allah ya Rasulallah, aku tidak pernah melihat ya pada Ka’ab bin Malik kecuali kebaikan, kecuali kebaikan ya.__


✒ Alangkah jauhnya bimbingan kibar rabbani dengan akhlak Luqmani yang sangat tendensius penuh hinaan dan cercaan kepada seorang sahabat dari Bani Salimah (BUKAN Bani Salamah seperti kata Luqmani).

Imam Ibnu Hajar rahimahullah memberikan pelajaran berharga kepada kita semua untuk bersikap mulia kepada kedua sahabat tersebut dengan mengatakan:

https://t.me/jujurlahselamanya/7265

وجواز الطعن في الرجل بما يغلب على اجتهاد الطاعن حمية لله ورسوله.
وفيها جواز الرد على الطاعن إذا غلب على ظن الراد وهم الطاعن أو غلطه.

__”Boleh mencela seseorang berdasarkan apa yang dominan terhadap ijtihad si pencela dalam rangka membela Allah dan Rasul-Nya.

Dan pada kisah tersebut terdapat kebolehan membantah si pencela jika menurut persangkaan yang membantah ada dugaan kuat terjadi kekeliruan si pencela dan kesalahannya.”__

(Fathul Bari, 8/124)

Adapun Luqmani? Dia ulang² celaan demi celaan dan hinaannya kepada sahabat Bani Salimah yang Rasul-pun tidak mengucapkannya. Dan mustahil Rasul ﷺ membiarkan saja kebatilan terucap di depan beliau tanpa ada nasehat dan peringatan.

Inikah akhlak seorang Salafi terhadap sahabat Nabi ﷺ yang terbimbing oleh kibar Rabbani?!
—–

LUQMANI MELECEHKAN KEMULIAAN SAHABAT BANI SALIMAH YANG IKUT DALAM JIHAD PERANG TABUK

Luqmani melanjutkan:

__Ini faedah yang besar ya ikhwan ya.__
—-


Jika mencerca sahabat Nabi ﷺ dari Bani Salimah yang itu tidak termaktubkan di dalam redaksional hadits yang dikisahkan oleh Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘anhu adalah faedah besar lalu apa makna faedah itu sendiri?!

Kalau saja dia mencukupkan diri dengan redaksional hadits yang dikisahkan oleh Ka’ab bin Malik sendiri, hanya saja ujaran kebencian dan tendensiusnya terhadap Sahabat Nabi dari Bani Salimah yang ikut menyertai Rasul ﷺ berjihad dalam perang Tabuk telah menguasai tengkuk Luqmani dan membutakan akal sehatnya sehingga memposisikan Luqman sebagai sahabat mulia Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dan Sahabat mulia dari Bani Salimah sebagai musuh²nya Luqman Ba’abduh yang dia cerca dan musuhi. Wallahul musta’an.

Wahai Luqmani,
Dalam perkara apa sahabat mulia Bani Salimah mengingkari sahabat mulia Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘anhuma? Dalam perkara jihad perang Tabuk.

Lalu dalam perkara apa Luqman Ba’abduh diingkari oleh Salafiyun?! Dalam perkara kemaksiatan kepada waliyul Amr, menentang dan melecehkan kebijakan negara, kezhaliman²nya terhadap Ahlussunnah dan ambisi kekuasaannya yang melampaui hakekat dirinya yang hanya seorang guru agama pondokan.

Bagaimana bisa diqiyaskan perkara jihad fi Sabilillah dengan maksiatnya Luqman?!
—-

BERAPA LAMA RASUL ﷺ TIDAK ADA ILMU DI SISI LUQMANI DAN KEPUTUSAN² APA SAJA YANG BELIAU KELUARKAN DI MASA “TIDAK ADA ILMU”?

____

MEMBELA NABI ﷺ MEMOTONG KEKURANGAJARAN LIDAH LUQMANI (2)

الدفاع عن النبي ﷺ يقطع عقوق اللقماني


Luqmani berkata:

__Rasulullah ﷺ ketika melihat Ka’ab bin Malik dicela oleh saudaranya, aa dicela oleh rajulun Bani Salamah dan dibela oleh Mu’adz bin Jabal, RASULULLAH KARENA TIDAK PUNYA ILMU ketika itu diam. Hah Sakata! Diam!__

(Luqmani mengulangi celaannya):

__Ketika Rasulullah tahu ada seseorang mencela sahabat yang ini, yang ini membelanya, RASULULLAH KARENA BELUM DATANG WAHYU PADA BELIAU YA, DIAM BELIAU. TIDAK ADA ILMU KETIKA ITU DIAM BELIAU.__
__
INI RASUL ﷺ!! MENDIDIK KITA SEMUANYA, KETIKA TERJADI ADA YANG MENCELA, ADA YANG MEMUJINYA, ANTUM TIDAK PUNYA ILMU?! DIAM KAMU!!!
RASULULLAH DIAM LO YA.

Paham ya ikhwan?__
–Selesai.

~~50 MALAM RASUL ﷺ TIDAK BERILMU DI SISI LUQMANI & KEPUTUSAN² APA SAJA YANG BELIAU KELUARKAN DI MASA “TIDAK BERILMU”?~~

Firman Allah Ta’ala:

وشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا

__“..dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya”__ (QS. Yusuf:26)

https://shorturl.at/egxPR

View Video on Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top