USTADZ ABU SA’ID HAMZAH TEGA MENCAMPAKKAN DAN MENGHAPUS INGATANNYA TENTANG SE…

USTADZ ABU SA’ID HAMZAH TEGA MENCAMPAKKAN DAN MENGHAPUS INGATANNYA TENTANG SEJARAH PERJUANGAN GURUNYA SENDIRI DEMI KULTUS PEMBELAANNYA TERHADAP BAGINDA LUQMAN

Ketika kultus terhadap Baginda dan kebencian terhadap gurunya membuat akal sehatnya menjadi hilang

Beliau, ustadz Abu Sa’id Hamzah sadar sesadar-sadarnya tentang keberadaan dirinya di Degolan ketika fitnah Turatsiyah Halabiyah membuncah pada masanya.

Namun demi kultusnya terhadap Baginda telah memaksanya memamerkan kepada kita sekalian cacat logika ‘main kayunya’ dalam mencampakkan memorinya dari perjuangan gurunya sendiri (al-Ustadz Muhammad As-Sewed) dalam menghadapi para gembong besar hizbi dan memilih mengumbar arogansi tantangan kepada segenap asatidzah:

https://t.me/sekelumitsejarah/223

🔥 Sekaligus KEPADA ASATIDZAH KIBAR!!!!!

Ada permohonan dan pertanyaan dari ana.

Tolong dibantu ustadz Abdul Hakam menjawab pertanyaan ana:

Menurut pendapat antum siapakah asatidzah kibar yang Allah letakkan Al-Haq pada mereka yang mereka menghadapi da’i-da’i Ihya’ut Turats dan menghadapi da’i-da’i Halabiyun sebelum tahun 2000….

SIAPA?! Bantu menjawab wahai asatidzah !!
———-

Bukankah ustadz Abu Sa’id Hamzah tidak butuh pertanyaan seperti ini jika kejujuran yang dia maukan dalam keadaan dirinya juga ada di masa fitnah itu terjadi?!

Hanya saja untuk melecehkan dan merendahkan ustadz Abdul Hakam, ditanyakanlah posisi dan peran beliau saat itu (yang tidak ikut terlibat dalam sejarah namun berani berbicara sejarah) sekaligus menantang asatidzah (tanpa kecuali) agar menunjukkan siapakah yang menghadapi para da’i hizbi di kala itu.

Ketidakterlibatan ustadz Abdul Hakam At-Tamimi dalam masa fitnah saat itu (sementara beliau mengisahkan sejarah fitnah-fitnah yang terjadi) adalah cela bagi Abu Sa’id Hamzah. Vonis berbicara tanpa ilmu karena ustadz Abdul Hakam tidak terlibat langsung menghadapi para da’i hizbi ketika itu di sisi ustadz Abu Sa’id Hamzah.

(((📢 Kaidah baru telah dilahirkan oleh MMA secara resmi dalam muhadharah Meluruskan Distorsi Sejarah. Tidak berhak berbicara sejarah dakwah kecuali dia harus terlibat langsung dan ikut berperan di dalamnya.

🚦Beliau lupa bahwa Bagindanya sendiri, ustadz Luqman, yang pernah berbicara/menulis tentang komunisme, PKI, Sahabat, Para Rasul, para Salafush shalih belumlah lahir ketika mengisahkan/menulis sejarah-sejarah di atas.

🚦Pemberontakan PKI terjadi tahun 1965, sementara ustadz Luqman barulah lahir ke dunia ini 6 tahun setelah pemberontakan itu terjadi, 1971. Tentu beliau harus rujuk dari berbicara tanpa ilmu sesuai kaidah baru MMA.

🚦Ustadz Luqman juga tidak berhak berbicara sejarah Al-Sofwa karena beliau adalah orang dalamnya Muhammad Khalaf ketika fitnah terjadi. Bukan orang yang berperan langsung menghadapinya ketika itu.

🚦Dan…dan … SEJARAH MAKAN TUAN yang luar biasa banyaknya jika dirinci satu demi satu masa lalu para da’i MMA sendiri yang cukup bagi mereka untuk merasa KENYANG memakan prinsip baru yang telah mereka lahirkan.

Kembali kepada ustadz Hamzah yang berkata:

((💪)) “Ana di Degolan ya”

Jika keberadaan dirinya di Degolan masih diingatnya 100% bagaimana mungkin ingatannya tentang keberadaan gurunya sendiri dan kawan-kawan seperjuangannya dicampakkan begitu saja karena mereka sekarang termasuk dalam jajaran “jumhur asatidzah”?!
Diluar nalar sehat!

Inilah contoh nyata pendistorsian dan pemanipulasian sejarah oleh Ustadz Abu Sa’id Hamzah dengan merusak akal sehatnya sendiri demi mengkultuskan seorang Luqman. Na’udzubillah.

RSU, Senin, 6 Sya’ban 1444 H / 27 Februari 2023

📝Abdul Ghafur Al-Malanji
(Sekadar Pengarsip Sejarah)

ALANGKAH PARAHNYA KEGHASYIMAN MMA: MELEMPAR SYUBHAT KEBERADAAN USTADZ MUHAMMAD SEWED SETELAH DAHULU KALA BAGINDA LUQMAN DAN HAMZAH SENDIRI YANG MENJELASKAN POSISI BELIAU DALAM MENASEHATI JAMARTO

Allahul musta’an.
Segala puji hanya untuk Allah bahwa arsip-arsip SEJARAH pengakuan mereka masihlah rapi tersimpan.

Bagaimanapun lidah membolak-balik ucapan
Setelah dahulu menjelaskan dengan kejujuran
Manakala fitnah membuncah, tengkuk-tengkuk ditunggangi hawa nafsu, amarah menutupi akal, kebencian membutakan kenyataan
Pada akhirnya ucapan sendiripun diingkari dan didustakan

Hanya untuk membunuh karakter Al-Ustadz Muhammad as-Sewed mereka rela menggunting “lidahnya”, khianati diri dan mempersaksikan kepada kita sikap bunglon warna-warni yang tercela.

Tersungkurlah kalian oleh ucapan para MMA tuan
Hancur terhina tersingkap syubhat tipu daya kalian
Hujjah sejarah kami tampakkan
tuk melumat syubhat tuan-tuan

Hanyalah kita sodorkan persaksian ucapan kalian
wahai Baginda dan tuan

👍👍Terimalah..
SEJARAH MAKAN TUAN

View File on Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top