JIKA DEMIKIAN KENYATAANNYA, SIAPAKAH YANG MEROBEK-ROBEK PERSATUAN ATAS NAMA M…

JIKA DEMIKIAN KENYATAANNYA, SIAPAKAH YANG MEROBEK-ROBEK PERSATUAN ATAS NAMA MENJALIN PERSATUAN?!

(AL-HAQ BERSAMA USTADZ LUQMAN, KEBETULAN ASATIDZAH BERSAMANYA, KEBETULAN)

Secara timbangan syariat, amalan yang dilandaskan pada sikap kebetulan (walaupun benar) tidaklah terhukumi sebagai SAHNYA AMAL.

Adapun sikap/amalan yang benar dari fitnah ke fitnah yang dilandasi oleh ilmu adalah sikap yang ditempuh oleh Ustadz Luqman SAJA, lain tidak!!

Ustadz Abu Sa’id Hamzah menegaskan:

https://t.me/sekelumitsejarah/212
Fitnahnya Dzulqarnain, Siapa yang berhadapan dengan Dzulqarnain dari asatidzah?! Yang betul-betul menasehati ya.
Kalau cuma (bilang), “Melihat wajahnya eneg saya melihat orang ini” Semua orang bisa! Kalau kritikan seperti itu ya, semua orang bisa.

Didatangi, didatangi lo ini ke pondoknya lo ya. Diskusi baik-baik, diharapkan dia kembali kepada Al-Haq.
Siapa dari kalangan asatidzah?! Itu ustadz Luqman!
Afwan terpaksa ini ya.

๐Ÿ”ฅ Karena INI PENIPUAN ya! Al-Haq bersama asatidzah katanya ya.
๐Ÿ”ฅ Al-Haq itu bersama -afwan saja- ya bersama ustadz Luqman itu kan.

Askari, siapa coba?
Ayo! Yang berhadapan dengan Askari siapa?!
ASATIDZAH DIBALIK DI BELAKANG USTADZ LUQMAN SEMUA ITU.
Afwan saja! Afwan Lo ya!
Terpaksa ana buka ini ya!

Fitnah demi fitnah siapa coba? Ustadz Luqman!

Yang berhadapan dengan Muhammad bin Hadi, ya. Ketika terkait dengan Dzul Akmal waktu itu ya, Askari, sering ustadz Luqman diskusi ya. Di depan Muhammad bin Hadi, Dzul Akmal sama ustadz Luqman, Wildan ya.. JANTAN GITU LO YA. Diskusi, dialog.

Dzulqarnain di depan Syaikh Rabi’ yang banyak bicara siapa itu? Ada kasetnya itu lo ya.
Siapa dari kalangan asatidzah yang banyak bicara yang membantah Dzulqarnain itu?
Ya ustadz Luqman itu lo ya!

KEBETULAN ASATIDZAH BERSAMA USTADZ LUQMAN, KEBETULAN GITU LO YA..
——–

Imam Bukhariย rahimahullahย berkata,

ุจูŽุงุจู: ุงู„ุนูู„ู’ู…ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู‚ูŽูˆู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู

“Bab Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal”

Ibnul Munayyir rahimahullah berkata:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ูŠุฑ: ุฃุฑุงุฏ ุฃู† ุงู„ุนู„ู… ุดุฑุท ููŠ ุตุญุฉ ุงู„ู‚ูˆู„ ูˆุงู„ุนู…ู„ุŒ ูู„ุง ูŠุนุชุจุฑุงู† ุฅู„ุง ุจู‡ุŒ ูู‡ูˆ ู…ุชู‚ุฏู… ุนู„ูŠู‡ู…ุงุ› ู„ุฃู†ู‡ ู…ุตุญุญ ู„ู„ู†ูŠุฉ ุงู„ู…ุตุญุญุฉ ู„ู„ุนู…ู„ุŒ

“Yang beliau maksud adalah bahwa ilmu merupakan syarat bagi sahnya ucapan dan perbuatan, jadi keduanya tidak dinilai kecuali dengan ilmu, sehingga ilmu harus mendahului keduanya, karena ilmu yang menjadikan benarnya niat yang menjadikan sahnya amal.” (Fathul Bari, 1/193)

Al-Allamah Al-Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

ู„ุฃู† ุงู„ุนู…ู„ ู„ุง ูŠู†ูุน ุฅู„ุง ุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ุจู†ูŠุง ุนู„ู‰ ุนู„ู…ุŒ ุฃู…ุง ุงู„ุนู…ู„ ุงู„ู…ุจู†ูŠ ุนู„ู‰ ุฌู‡ู„ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠู†ูุน ุตุงุญุจู‡ุŒ ุจู„ ูŠูƒูˆู† ูˆุจุงู„ุง ูˆุถู„ุงู„ุง ุนู„ูŠู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉุŒ ูู„ุง ุจุฏ ุฃู† ูŠู‚ุฏู… ุชุนู„ู… ุงู„ุนู„ู… ู‚ุจู„ ุงู„ุนู…ู„.

“Karena amal tidak bermanfaat kecuali dibangun di atas ilmu, adapun amal yang dibangun di atas kebodohan maka sesungguhnya itu tidak bermanfaat bagi pelakunya, bahkan menjadi bencana dan kesesatan yang menimpa dirinya pada hari kiamat, sehingga menuntut ilmu harus didahulukan sebelum beramal.” (Syarh Tsalatsatil Ushul, hal. 37)

Al-Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah berkata:

ูุงู„ุนู…ู„ ู…ุจู†ูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ุนู„ู…ุŒ ูˆู„ูƒ ุฃู† ุชุชุฃู…ู„ ููŠ ูƒุซูŠุฑ ู…ู…ู† ูŠุชูƒู„ู…ุŒ ุนู†ุฏู…ุง ูŠุชูƒู„ู… ุจู„ุง ุนู„ู… ุชุฑู‰ ุงู„ุซุบุฑุงุช ูˆุงู„ู…ุขุฎุฐ ุงู„ูƒุซูŠุฑุฉ ุฌุฏุง ููŠ ูƒู„ุงู…ู‡ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุงู„ุนู…ู„.

“Jadi amal dibangun di atas ilmu, dan engkau bisa memperhatikan banyak orang yang berbicara, ketika dia berbicara tanpa ilmu engkau melihat berbagai celah dan kritikan yang sangat banyak pada ucapannya, demikian juga (pada) perbuatan.” (Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, 1/17)
—–

Maka sikap asatidzah dari fitnah ke fitnah (yang telah terjadi) yang DIVONIS ABU SA’ID HAMZAH SECARA SERAMPANGAN EMOSIONAL sebagai SIKAP KEBETULAN (DIULANG SAMPAI 2 KALI) adalah AMALAN yang tidak dilandasi oleh ILMU dan ini TERTOLAK SECARA SYARI’AT!

Dengan kata lain, vonis NOL POTHOL terhadap Asatidzah dari sikap yang mereka tempuh dari fitnah ke fitnah yang telah dilalui telah dikuatkan lagi secara resmi oleh Abu Sa’id Hamzah di dalam muhadharah resmi MMA dan ini adalah bentuk pelecehan sekaligus fitnah kedustaan besar yang sangat menghinakan.

Yang mengherankan, bagaimana bisa ‘persatuan’ ditujukan terhadap para duat yang hanya mampu beramal sebatas kebetulan (tidak berilmu)?!

KAMU BERTANYA-TANYA DI MANAKAH USTADZ MUHAMMAD SEWED DAN SIAPAKAH ASATIDZAH KIBAR YANG ALLAH LETAKKAN AL-HAQ PADANYA YANG MENGHADAPI DAI-DAI FITNAH IHYA’UT TURATS DAN HALABIYUN DI INDONESIA KETIKA ITU?! (5)

Kami tidak akan bertanya kepada Baginda terkait keberadaan beliau pada fitnah Turatsiyah di Indonesia pada kurun tahun ’90-an karena beliau sendiri telah mengakui keberadaannya yang bersama GEMBONG SURURI MUHAMMAD KHALAF di Yayasan miliknya, Al-Sofwa Al-Muntada:

Yayasan Al Sofwa ini mulai muncul kurang lebih pada tahun 1993 di Jakarta, kurang lebih. Yang ditokohi, dipelopori oleh seorang yang bernama Muhammad Ibrahim Khalaf.

๐Ÿ‘†๐ŸฝUntuk tokoh yang kedua ini dan nama yayasan ini kebetulan PEMBICARA SENDIRI ADALAH TERMASUK ORANG DALAM.

Tahu orang dalam? Iya.
TERMASUK ORANG YANG DULU YANG SERING BERJALAN DENGAN MUHAMMAD KHALAF ITU, SI PEMBICARA.
Tahu pembicara?
Barakallahufikum.

(Saya, ULB, pen) TIDAK JARANG MENERIMA TELPON KALAU BELIAUNYA ADA DI SAUDI, SAYA DI KANTOR TERSEBUT, kebetulan.
….
Entah apa sebabnya secara pasti tiba-tiba ada keputusan dari pengurus pusat dan perintisnya ini untuk dirubah namanya. Tidak lagi Al Muntada tetapi diganti dengan Al Sofwa.

Lo kok tahu ustadz?
Kebetulan SAYA JUGA IKUT-IKUTAN MASANG PLANGNYA ITU.
Na’am barakallahufikumยน

——–

Nah kita perhatikan sekarang keberadaan al-Ustadz Muhammad As-Sewed ketika itu, dimana beliau untuk memastikan upaya pendistorsian dan penipuan sejarah serta pembunuhan karakter terhadap para da’i Ahlussunnah yang dilakukan oleh MMA bersama tokohnya, ustadz Abu Sa’id Hamzah telah gagal setotal-totalnya.

Ustadz Muhammad berkata:

https://t.me/Salafy_Sorowako/2687

Kita majlas di rumah Syaikh Rabi’ dan saya yang bertanya tentang al-Sofwa di Indonesia…dijawab oleh Syaikh….

Alhamdulilah saya dibantu waktu itu, diantar di majelis Syaikh Rabi’ oleh mahasiswa-mahasiswa Madinah yang sekarang masih bersama kita, Ustadz Usamah Mahri, Ustadz Qamar Su’aidi, Ustadz Salman Bali… banyak ada 8 orang waktu itu.
_
(1__)__ https://t.me/sekelumitsejarah/196

SEJARAH PEMBUBARAN LASKAR JIHAD, PARA ULAMA-LAH YANG PALING BERJASA WAHAI HAMZAH, BUKAN BAGINDA!!

Meluruskan Pembengkokan Sejarah Oleh MMA

Dilandasi oleh:
Nasehat para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah tersebut…

Url bukti: https://web.archive.org/web/20021127175942/http://laskarjihad.or.id

Lihatlah intrik hitam MMA dalam mensetting Sejarah Palsu fitnah (Pembubaran) Laskar Jihad dengan mencampakkan jasa besar PARA ULAMA (sebagaimana bukti otentik Press Rilis yang kami hadirkan) demi mendongkrak Baginda Luqman sebagai pahlawannya.

Tidaklah kami menegaskan SEJARAH JASA PARA ULAMA YANG SENGAJA DITILAP MMA kecuali kami menyertakan bukti otentik laman laskarjihad 21 tahun yang lalu berupa pengakuan resmi dari isi Press Release Pembubaran FKAWJ itu sendiri. Walhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top