KILL THE MESSENGER, BUNUHLAH SANG PEMBAWA PESAN….
(Auto-Kritik Lik Jarot Untuk Lik Jarot)
Alih-alih instrospeksi atau menjawab nasihat dengan data dan ilmiah, lebih memilih membunuh karakter dari sang pembawa pesan ….
Tentu saya bukan pecinta al haq jika saat itu ditegur malah membalas :
“Akhlak dan kemampuan ilmiyahmu baru segitu saja sok – sok an menasihati saya. Saya lebih senior lho dibanding kamu.”
Kalau beliau yang menulis maka beliau menamai tulisannya sebagai nasihat, autokritik sesama Ahlussunnah.
Kalau saudaranya menjawab maka itu dia namakan SALING TAHDZIR, dan SALING TAHDZIR BUKANLAH MANHAJ SALAF!
Jadi manhaj salaf baginya adalah tahdzir (sepihak) tanpa boleh saudaranya memberikan bantahan (agar tidak dikategorikan Saling Tahdzir).
Reaksinya ketika dibantah?
Apakah keluar data² ilmiah, Pak Lik menjelaskan bantahannya secara faktual, berbasis data dan gamblang serta menjauhi pembunuhan karakter seperti nasihatnya dulu?!
Simak berbagai redaksional luapan TAHDZIR nya, __eh nasihatnya__:

