SINGKAPAN MAKAR DI BALIK PRODUK “WASIAT ULAMA KIBAR” (1)
โ Wasiat Asli Syaikh Rabi’ Al-Madkhali
__Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya keceplosan jua__
Inilah Abul Harits di hariยฒ keceplosannya, mengisahkan dengan terang benderang apa yang sesungguhnya diwasiatkan oleh ayahanda kita terkait fitnah di Indonesia.
https://t.me/sekelumitsejarah/1831
๐Hanya ada 2 wasiat yang beliau sampaikan, tidak ada rincian, tidak ada uraian dan tidak juga penjelasan, tidak pula ada penyebutan nama-nama, satu poin pun pembahasan apalagi sampai 3 poin. Tidak ada.
๐Wasiat terakhir beliau adalah Ihalah merujuk kepada Syaikh Al-Bukhari untuk menyelesaikan fitnah di Indonesia yang beliau titahkan, tidak lebih.
Itupun beliau sampaikan melalui anak beliau, ustadz Umar bin Rabi’. Gambaran yang jelas betapa sulitnya menemui Syaikh Rabi’ dalam kondisi beliau saat ini, hafizhahullah.
Abul Harits menceritakan:
__
__Tatkala Syaikh Rabi’ hafizhahullah mendengar fitnah yang terjadi di negeri kita di Indonesia, jaaauuuh jaaauh sebelum, Naam, sebelum itu, sekitar 3 tahun yang lalu.
Ketika beberapa al-Asatidzah ad-Duaat hafizhahumullah menghubungi saya kemudian meminta supaya disampaikan kepada Syaikhina al-‘Allamah Al-Muhaddits Rabi’ bin Hadi Umair Al-Makdhali hafizhahullah Ta’ala min kulli suuin wa makruuh. Ana sampaikan kepada Syaikh. Dan pertama kali beliau menjawab:
__โ __ุฃุตูุญ ููู ุง ุจูููู
”Usahakan kau damaikan, kamu damaikan mereka.”
Dan ana sampaikan. Supaya menempuh sebab-sebab yang akan menghasilkan sebuah perdamaian sebuah ishlah. Diselesaikan masalah itu di antara mereka. Di antara para asatidzah. Berjalanlah waktu. Komunikasi terus berjalan antara saya dan para asatidzah. Na’am. Kemudian mereka tetap meminta supaya masalah yang terjadi di Indonesia jazahumullah khaira atas semangat mereka untuk menghubungi para ulama dan untuk kembali kepada para ulama dan ini adalah sifat dan sikap yang wajib untuk dilakukan setiap salafy; Naam demikian, kembali kepada ulama.
Maka saya hubungi lagi Syaikh Rabi’, lewat putra beliau Al Ustadz Umar hafizhahullah. Maka datang jawaban dari Syaikhina Rabi’ย hafizhahullah:
โ ูุฅู ูุงู ููุง ุจุฏ ูุงุฐูุจ ุฅูู ุงูุดูุฎ ุนุจุฏ ุงููู ุงูุจุฎุงุฑู ุญูุธู ุงููู ูุญูู ููู ุง ุจูููู ููุตูุญ ููู ุง ุจูููู
__๐__Kalau memang harus seperti itu, harus disampaikan kepada para ulama, MAKA PERGILAH KALIAN, KEMBALILAH, DAN HUBUNGILAH ASY-SYAIKH ABDULLAH AL BUKHARI. BELIAU YANG AKAN MENYELESAIKAN FITNAH DAN PROBLEMATIKA YANG MENIMPA KALIAN dan akan mendamaikan kalian.
Subhanallah.
__
Jelas sudah perkaranya. Wasiat Syaikh Rabi’ ringkas dan padat, jelas dan terarah, ihalah agar datang ke Syaikh Bukhari dan menjadikan beliau hakim untuk menyelesaikan fitnah ini. Selesai.
๐ตTetapi nampaknya Sang Shighor Dalang Washaya Ulama Kibar Madinah tak menyadari bahwa Abul Haritsnya telah mengobral fakta di hadapan dunia bahwa Wasiat final Ulama Kibar Asli Madinah, Syaikh Rabi’ adalah menyerahkan urusannya kepada Syaikh Al-Bukhari untuk menyelesaikan fitnah di Indonesia….
Maka tabir makar produk “Wasiat Ulama Kibar”nya pun semangkin terkoyak moyak lebar isinya di hadapan dunia.
Itulah diantara jawaban kenapa Abul Harits tidak mampu menghadirkan bukti transkrip/tulisan/audio REDAKSIONAL FATWA BARU SYAIKH RABI’ untuk fitnah di Indonesia dalam produk yang berlabel “Wasiat Ulama Kibar Madinah” untuk fitnah di Indonesia. Karena memang urusan fitnah di Indonesia sudah beliau mandatkan kepada Syaikh Al-Bukhari untuk menyelesaikannya. Sehingga fatwa lama-pun direpack anyar, dikebiri awal dan akhirnya, dibaca potongannya saja untuk mengesankan sebagai fatwa Syaikh Rabi’ yang baru.
https://t.me/sekelumitsejarah/1793
๐Jika ada transkrip REDAKSIONAL fatwa baru Syaikh Rabi’, kenapa transkrip fatwa lama yang dibacakan?!
๐Jika alasannya fatwa lama dengan fatwa baru sama, kenapa REDAKSIONAL fatwa lama yang malah dibacakan?
๐[Jika alasannya membandingkan, kenapa tahun dan sumbernya malah disembunyikan?](https://t.me/sekelumitsejarah/1827)
๐Tidak dibacakannya REDAKSIONAL FATWA BARU Syaikh Rabi’ karena yang ada memang FATWA LAMA Syaikh Rabi’!
__Orang yang tidak memiliki bagaimana akan bisa memberi__?
(, insyaallah)
26 Desember 2016
