https://t.me/sekelumitsejarah/1609
Colek @Arafat_Imad_AbbasJaunah
👐⛔👐MELEPAS BEBAN DARI KISAH KEKEJAMAN SI LUQMAN
__Inilah__ __tawa dingin ikrar si Luqman
Bersama tawa para muqalid ikut²an
__`”ULB Si “Penjahat Perang“ ini yaaa.. hahahahaha”`
Luqman Ba’abduh berkata:
__Penting lo ya, tahu definisi itu penting!
Supaya kita tidak salah mengartikan perbuatan kita!
Supaya kita tidak salah menerjemahkan perbuatan kita!
Dengan kita memahami definisi, kita lebih mudah dan lebih terbantukan UNTUK MENILAI PERBUATAN KITA INI BENER ATAU SALAH⁉__
[Penjahat Perang](https://id.m.wiktionary.org/wiki/penjahat_perang)
1. Orang yang menghasut atau menimbulkan perang.
2. Anggota tentara musuh yang menganiaya atau membunuh penduduk negeri yang diduduki atau memerintahkan untuk melakukan demikian.
👆(Luqman?)
https://t.me/sekelumitsejarah/1605
Pembaca rahimakumullah.
Selalu kisah kekejaman Luqman mewarnai dalam setiap lembaran fitnah demi fitnah selama ini.
Ianya dijadikan sebagai beban di pundak kita oleh Luqman Ba’abduh sejak dicuatkan pertama kali dalam fitnah Al-Hajuri, demikian fitnah demi fitnah kisah kekejaman itu disuarakan lagi.
Kenapa demikian?
Karena yang bersangkutan selalu memakai cara yang sama, membatu, menutup mulut rapat-rapat dalam keadaan hajat klarifikasi, pengingkaran dan penjelasan darinya sangatlah dibutuhkan jika memang kisah-kisah tersebut dusta adanya.
Dengan sikap diam membatunya selama ini, Luqman telah menjadikan kisah tuduhan atas kekejamannya tersebut sebagai beban di pundak-pundak Salafiyun selama bertahun-tahun.
Ingatlah bahwa kewajiban taubat, meminta maaf dan penghalalan terhadap berbagai tindakan yang dilakukannya terhadap orang-orang yang dia zhalimi tidaklah gugur dengan cara berdiam diri, apatah lagi bagi para korban yang pada akhirnya meninggal akibat komandonya.
Akhirnya dengan sikap diam membatunya Luqman tanpa ada klarifikasi dan pertanggungjawaban, dalam setiap fitnah, kisah kekejaman tersebut terus diulang dan diulang.
Selalunya sikap skip (baca: escape) dan menutup mata, scroll adalah cara “terampuh” ketika kita melewati sekelumit sejarah kisah kekejaman Luqman Ba’abduh. Akan tetapi sampai kapan sikap-sikap demikian itu bisa terus dilakukan oleh orang yang bernurani?!
Sementara itu…
Muhadharah terus digeber oleh orang-orangnya Luqman Ba’abduh bertema ”KENAPA SULIT TAUBAT”, “WAJIBNYA MENERIMA NASEHAT” dan dan yang semestinya perkara penyiksaan dan tertumpahnya darah muslimin lebih-lebih harus mendapatkan prioritas utama untuk diklarifikasi dan dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.
Tidak ada kekebalan diplomatik bagi seorang Luqman sekalipun.
Beranjak dari perkara di atas, sikap membatu yang terus dilakukan oleh Luqman Ba’abduh yang cenderung melepas tangan tanggungjawab dan membebankan kisah kekejamannya di pundak-pundak Salafiyin selama bertahun-tahun, dengan mengingat firman Allah Ta’ala:
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى
“__Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain__.” (Al-An’am: 164)
Maka PENYATAAN PENGINGKARAN DAN BERLEPAS DIRI DARI PELAKU DAN KISAH KEKEJAMANNYA ADALAH SOLUSI MUDAH manakala OTAK PELAKU YANG PALING WAJIB BERTANGGUNGJAWAB ternyata terus menerus memakai cara MEMBATU dalam melepas kewajiban. Allahul musta’an.
#salafy_terbaiknya_arafat
#terbalik_bukan_terbaik
#persidangan_si_Luqman
#hakim_gadungan
#tanpa_boleh_membela_diri