MMA NEGERI PALSU SI TUAN BESAR PENIPU
Sungguhpun kamu persiskan meniru-niru
Undang-Undang Asli negeri pulau seribu
Smakin tunjukkan seriusnya kamu
Tegakkan aturan penentanganmu
Pada pemerintahmu
MMAmu negeri palsu
Pimpinan si amir gadungan penipu
Rampas kuasa belenggu warga”mu”
Tegakkan ilzam seolah kamu
Penguasa yang berhak membelenggu
Dengan aturan abal-abalmu
Bukan demikian wahai Sa’ad cara memacu
Onta-ontamu yang tersihir bayanmu
Hanya bergerak tunggu komandomu
Satgas Lockdownmu tahwil seramkan
Larang keluar rumah laksana sipir ke tahanan
Kotakkan warga rampas hak kemerdekaan
Larang aktivitas sebatas area clusteran
Langgar aturan sanksi karantina dua mingguan
Ta’ziyah orang tua meninggal pergi tak dibolehkan
Alasan bisa memudharatkan
Undang-Undang tak bernurani ‘terekomendasikan’
Tiran penzhalim bergaya dizhalimi minta dukungan
Dalihkan alasan pribadi lawannya yang kedengkian
Bualan-bualan diciptakan
Tuk tutupi kedustaan demi kedustaan yang terkuakkan
Sinaran mentari tak bisa ditutupi manipulasian
138 MANHAJ GEGAR OTAK: PASCA TERBONGKAR LOCKDOWN TANPA BIMBINGAN, PEMERINTAH GADUNGAN MMA MENCARI² SURAT REKOMENDASI PEMBENARAN DARI PEMERINTAH RI YANG SUDAH DIVONIS KEBINGUNGAN DAN TERPAKSA!
Tujuan Menghalalkan cara.
Orang yang berakal sehat takkan menjilat kembali dahak yang sudah di”cuh”kannya ke tanah. Tetapi tidak bagi para politikus suu’ yang telah melecehkan dan menghina pemerintah. Mereka menjilat kembali dahaknya demi mendapatkan rekomendasi pemerintah walau harus dengan cara menipu dan berdusta sebagaimana yang dibangga²kan oleh Markus Abul Harits.
[Mengurung manusia ](https://t.me/sekelumitsejarah/365)tanpa boleh bekerja, tanpa memberi jaminan makan, apakah merupakan bimbingan pemerintahan wahai Kadzdzabun?
Kutipan:
Jika sedari pangkal tuan
Sudah disalah²kan dan dibengkok²kan
Melawan aturan kenegaraan
Melecehkan terpaksa kebijakan
Tuding pemerintah kebingungan
Bagaimana bisa diharapkan
Batangnya berlurusan
Cacat logikamu berantakan
Karut marut tak karuan
Stelah [berbagai hujatan ditegakkan](https://t.me/sekelumitsejarah/893)
Terhadap pemerintah RI teladan
Terbongkar meLockdown tanpa minta bimbingan
Pasca pertemuan Agustus 2020an
Akhirnya kirim surat mengais² pembenaran
ke pemerintahan yang tlah dia lecehkan
Dia vonis kebingungan
Kebijakan ditudingnya karena keterpaksaan
Surat kepalsuan dikirimkan
Manipulasikan area Lockdown
Sembunyikan tirani dan kejahatan
Agar dapat rekomendasian
Akal sehat dikemanakan
Pemerintah tlah kamu hujat tak karuan
Licikmu kelewatan
Bunglon berganti² peran
Politikus jahat halalkan segala caraan
Semua bukti kedustaan bisa diakses kalian
اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar?
Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (Al-Hajj: 46)
Apakah buta mata tuan-tuan
Tuli telinga para punakawan
Dari tangis dan jeritan
Para hamba yang dikurungan
Tak boleh kerja cari makan
Dilarang di luaran
Kecuali sebatas area clusteran
https://t.me/sekelumitsejarah/365
Parah nian
akal sakit tuan-tuan
Main belagak dengan selorohan
Tarian ekonomi MMA peningkatan
Di atas jeritan dan tangisan
Serta kezhaliman terhadap para ikhwan
Kutipan:
Asy Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdulkarim rohimahullah berkata,
فمن نزل نفسه منزلة ولي الأمر الذي له القدرة والسلطان على سياسة الناس، فدعى جماعة للسمع والطاعة له، أو أعطته تلك بيعة تسمع وتطيع له بموجبها، أو دعا الناس إلى أن يحتكموا إليه فى رد الحقوق إلى أهلها تحت أي مسمى كان، ونحو ذلك، وولي الأمر قائم ظاهر: فقد حاد الله ورسوله، وخالف مقتضى الشريعة، وخرج من الجماعة
Barang siapa yang memposisikan dirinya sebagai penguasa yang memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk mengatur manusia, kemudian mengajak para jamaah untuk mau mendengarkan dan menaatinya, atau membaiatnya untuk mendengarkan dan mematuhi dengan semua konsekuensinya, atau mengajak manusia untuk berhukum kepadanya dalam usaha untuk mengembalikan hak kepada pemiliknya, dengan penyebutan apapun dan yang semacamnya, dalam keadaan penguasa sudah jelas ada: maka sungguh dia telah memerangi Allah dan rasul-Nya, dan telah menyelisihi konsekuensi syari’at, dan keluar dari jama’ah.
📕 Sumber: Mu’amalatul Hukkam 40
https://t.me/taklimtulungagung/10900
