Part 2: Fase Kedua,
2Fase Kedua,
Menempuh JAB (Jalur Ahlul Bid’ah), membuat dan menjalankan dulu Jendelainfo, setelah dikritik dan terjadi keonaran barulah mencari-cari dalih fatwa pembenaran
Abul Harits___
__Setelah terjadi fitnahnya Askari waktu itu, na’am Ustadz Luqman akhirnya mengajak saya untuk bertanya kepada Syaikh. Jadi (Jendelainfo) sudah dibuat dulu.__
…
Na’am, sehingga saya tegaskan pembuatan Jendelainfo mendahului fatwa ulama.
__Eee para asatidzah terutama asatidzah di Jember membuat itu dalam rangka maslahat dakwah tadi__.
—–
🔥
👆Hamzah___
__”Ini Ikhwan, penting prinsip ini ya. Jangan kita mengikuti kebiasaan Ahlul Bid’ah, beramal dengan hawa nafsunya terlebih dahulu, berkeyakinan terlebih dahulu, baru setelah itu nyari² dalil”__
—–
Part 3: Fase Ketiga,
3Fase Ketiga,
Mengelabui ulama kibar agar mendapatkan rekomendasi bolehnya dibuat Jendelainfo
Abul Harits membacakan__
Perlu diketahui, ketika muncul fitnah Muhammad bin Hadi (pada tahun 2017), musha’fiqoh Indonesia membongkar secara membabi buta situs jendela info ke hadapan publik…
dengan isi pertanyaan apakah boleh membantah kebatilan dan para pengusungnya dengan cara membuat situs yang ditujukan untuk masyarakat umum tanpa menyebutkan identitas pengelola atau redakturnya, tidak dipublish untuk Salafiyyin, dengan tujuan agar materi lebih bisa diterima oleh para pembaca. Alhamdulillah beliau berdua menjawab boleh.
—-
👆Perhatikanlah bahwa pertanyaan sengaja diajukan hanya terkait metode majhul (tidak mencantumkan identitas pengelola alias redakturnya) padahal kritikan Musha’fiqah yang dijadikan alasan meminta fatwa juga terkait penyimpangan isinya.
Inilah makar mereka, kritikan terhadap penyimpangan isinya sengaja disembunyikan oleh para dedengkot MMA & Markus demi fatwa dibolehkan kedua ulama.👇💨👇
Part 4: Fase Ke-Empat
PRINSIP YAHUDI MACHIAVELLI: TUJUAN (FATWA PEMBENARAN JENDI DARI ULAMA KIBAR DENGAN-) MENGHALALKAN CARA
4Fase Ke-Empat
Prinsip Yahudi Machiavelli Tujuan MMA Menghalalkan Cara
Perhatikan poin penting, tanggal yang tertera di grup Dakwah Aktif ketika Alfian memposting pdf berjudul Tandzim Sirri tulisan Musha’fiqah tertulis 28 November 2017, 4 bulan sebelum meminta fatwa.
Bahkan Alfian mendetailkan isi kritikan Tandzim Sirri 2 dengan mencopas isinya yang match dengan arsip pdf yang kami pegang.
Komparasikan dengan tanggal meminta fatwa:
..__musha’fiqoh Indonesia membongkar secara membabi buta situs jendela info ke hadapan publik dan menuduhnya sebagai tanzhim sirri hizbi (sekitar Rabiul Awal 1439 H / November 2017 M). Maka kami segera menanyakan permasalahan ini kepada Syaikhuna al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Syaikhuna al-‘Allamah Ubaid al-Jabiri hafizhahumallah (yaitu sekitar Maret 2018)..
__
Markus & Luqman ketika meminta fatwa Jendi, KRITIKAN TERHADAP ISINYA SENGAJA DISEMBUNYIKAN dari Syaikhain!
Part 5: Fase Ke-Lima
5Fase Ke-Lima
Penutupan Jendelainfo Adalah Bukti Mereka Mencampakkan Fatwa Pembolehan Dua Ulama Kibar
Inilah fase gegar otak berat.
Bagaimana mungkin setelah mendapatkannya malah memamerkan hanya sebagai pelengkap kisah cara mencampakkan fatwa kedua ulama kibar dengan bukti menutup Jendelainfo tanpa membawakan fatwa ulama kibar atas penutupannya?!
Bukankah Penutupan Jendelainfo adalah provokasi para tukang makar dalam mempermainkan & melecehkan ulama kibar?!
®Bukankah Ulama Kibar membolehkan sebagaimana fatwa yang mereka minta sendiri?!
🗜Kenapa setelah itu mereka malah mencampakkan fatwa tersebut dengan menutup Jendi yang dibolehkan?
👆Si Markus & para dedengkot MMA menjatuhkan kredibilitas 2 ulama kibar, mempermainkan beliau berdua & melecehkannya!
Si Markus dan Luqman tidak butuh fatwa ulama kibar ketika membuatnya dan merekapun tidak butuh bimbingan fatwa ulama kibar ketika menutupnya.
Mereka hanya butuh pembenaran dari ulama atas ambisi kepemimpinan dalam melampiaskan hawa nafsunya. Na’udzubillah
