Part 1: 22 MANHAJ GEGAR OTAK (CACAT LOGIKA): DONGENG NOL POTHOL SYAIKH ARAFAT, DONGENG KEPAHLAWANAN DIRINYA SENDIRI DALAM MENGHADAPKAN ASATIDZAH KEPADA ULAMA (SYAIKH BUKHARI HAFIZHAHULLAH)
122 MANHAJ GEGAR OTAK (CACAT LOGIKA): DONGENG NOL POTHOL SYAIKH ARAFAT, DONGENG KEPAHLAWANAN DIRINYA SENDIRI DALAM MENGHADAPKAN ASATIDZAH KEPADA ULAMA (SYAIKH BUKHARI HAFIZHAHULLAH)
__Manhaj Tadhkhim, Tahwil dan Kadzdzab Doktor Arafat__
Ketika hamba mengamati video resmi Daurah Muzani di link berikut:
https://t.me/HakikatLuqmanBaabduh/57
yang memposting dari Chanel resmi Daurah Muzani MMA Jember, terkesimalah dengan kata sang pembicara sebelum pada akhirnya memvonis para duat Ahlussunnah sebagai:
صفر على الشمال .
Kata-kata tersebut adalah :
___
وإذا جيء إلى العلماء أو جلس مع طلبة العلم،
namun ketika DIHADAPKAN kepada ulama atau duduk dengan sebagian para thalabatul ilmi,
___
✋ Ada obyek yang DIHADAPKAN kepada Ulama, yakni asatidzah.
✋Kalimat pasif yang butuh kepada SUBYEK/PELAKU YANG MENGHADAPKAN kepada ulama.
Tentu saja akal yang sehat akan segera ber tanya², “Siapakah orang yang menghadapkan sekian banyak asatidzah kepada Ulama?! Luqman? Abul Harits? Syaikh Arafat?
Kalau dikatakan Syaikh Abdullah Bukhari menghadapkan asatidzah kepada ulama (Syaikh Abdullah Bukhari) maka alangkah anehnya karena yang paling tepat adalah Asy-Syaikh memanggil asatidzah untuk MENGHADAP bukan “ASATIDZAH DIHADAPKAN oleh BELIAU kepada BELIAU SENDIRI”.
Diarahkan kepada siapa Subyek Pelakunya oleh Syaikh Arafat jika bukan kepada dirinya sendiri? Setidaknya itulah kesan kuat yang dia munculkan.
🍏Orang yang berjasa besar (kepada Luqman si Pentahdzir Syaikh Al-Bukhari) dalam MENGHADAPKAN PARA NOL POTHOL kepada Ulama.
🍎Orang yang berjasa besar (kepada Luqman si Provokator penghina Waliyul amr) dalam menyingkap hakekat para Nol Pothol.
🍐Orang yang berjasa besar (kepada Luqman Ketua Maling Plagiator) yang berhasil MENGHADAPKAN lawannya kepada ulama.
Subhanallah.
Asatidzah digambarkan bak pesakitan yang “digelandang’ DIHADAPKAN KEPADA ULAMA sebelum pada akhirnya dia sendiri memvonisnya sebagai:
صفر على الشمال.
Dongeng sangat dramatis, menggelembungkan diri agar nampak besar dan berkuasa, menyeram²kan diri & Kadzdzab.
Dongeng pengantar tidur bagi anak² kecil sebelum tumbuh akal sehatnya untuk bisa memilah dan memilih mana yang benar dan mana yang bualan.
Keberangkatan asatidzah ketika itu bersama rombongan jamaah umroh yang banyak (seratusan orang lebih) dalam Rihlah Thayyibah dan sekian banyak teman kami ikut juga umroh bersamanya.
Bukan hal rahasia bagi teman² yang ikut ketika itu bahwa asatidzah sudah melakukan kontak terlebih dahulu dengan Asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari sebelum berangkat umrah. Jadi pertemuan tersebut sudah diagendakan terlebih dahulu.
((💪💨)) Lha kok tiba² pada Daurah Muzani dimunculkan oleh Syaikh Arafat adanya Dongeng Pahlawan yang berhasil MENGHADAPKAN mereka kepada ulama lalu mengHUKUMInya sebagai Nol Pothol (itupun jika kisahnya benar, padahal..).
Subhanallah.
🔥 Dihabisi kehormatan para da’i oleh Syaikh Arafat.
🔥 Tidak ditinggalkan oleh Syaikh Arafat ilmu yang mereka miliki, sekalipun diantara mereka adalah murid² ulama kibar yang umurnya di atas dirinya, bahkan murid Syaikh Rabi’ sebelum Syaikh Arafat kenal dengan Syaikh Rabi’.
🔥Kepahlawanan diri sendiri yang sangat heroik dipersembahkan kepada seorang Maling Plagiat. Hebat Syaikh Arafat.
Sungguh kita tidak menyangka bahwa Syaikh Arafat sampai sedemikian rupa keberaniannya dalam berdusta kepada dunia. Menyebarkan kegagahannya dalam menipu para hamba atas nama Daurah Imam Muzani ke-2. Dia datangkan dirinya sendiri sebagai pahlawan yang mampu MENGHADAPKAN para Nol Pothol kepada Ulama. Narsis.
Tetapi jika kita menengok kawan dekatnya yang dia bela², si Kadzdzab Luqman Ba’abduh maka pupuslah keheranan kita kenapa Syaikh Arafat berani nekad berdusta kepada manusia sebagaimana kenekadan kawan karibnya.
__Kawan dekatnya adalah cerminan dirinya__
Kisah keberanian yang sempurna untuk sebuah pembuktian atas kebenaran lafazh kenabian. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
”Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu.” (Shahih. Al-Bukhari)
#tukang_dongeng
#syaikh_arafat_kadzdzab
#manfaatkan_diamnya_asatidzah
#pahlawankan_diri_sendiri
Part 9: 4MANHAJ GEGAR OTAK (CACAT LOGIKA): MUHADHARAH NOL POTHOL, MUHADHARAH SYAIKH ARAFAT UNTUK MEMPERMALUKAN DIRINYA SENDIRI DEMI MEMBELA NAMAM PROVOKATOR ADUDOMBA ANTARA PRESIDEN RI DENGAN PARA KEPALA DAERAH
94MANHAJ GEGAR OTAK (CACAT LOGIKA): MUHADHARAH NOL POTHOL, MUHADHARAH SYAIKH ARAFAT UNTUK MEMPERMALUKAN DIRINYA SENDIRI DEMI MEMBELA NAMAM PROVOKATOR ADUDOMBA ANTARA PRESIDEN RI DENGAN PARA KEPALA DAERAH
Inilah bukti kejahatan besar tuannya yang dibela-bela, Luqman Ba’abduh dalam mengadudomba Kepala Negara dengan Para Kepala Daerah.
https://t.me/sekelumitsejarah/664
🇮🇩Presiden RI Jokowi berkata:
Bahwa kebijakan Lockdown baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan ini tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah.
Beliau juga menegaskan:
__
DAN SAMPAI SAAT INI TIDAK ADA KITA BERPIKIRAN KE ARAH KEBIJAKAN LOCKDOWN.
__
Tetapi datang Baginda Luqman Ba’abduh mengumpulkan massa MMA, memprovokasi mereka, mengadudomba Presiden dengan para kepala daerah yang divonisnya telah melangkah melakukan kebijakan yang menentang kebijakan negara yang diputuskan oleh Presiden.
Tuan Luqman Ba’abduh berkata:
__
Maka dari itu Pemerintah berijtihad, bisa bener BISA SALAH.
__
__[Perhatikanlah kekurangajarannya terhadap pemerintah RI, bagaimana racun politik Ikhwani Pembangkang dia suntikkan secara halus dengan bahasa agama “ijtihad Pemerintah” bisa SALAH sebagai mukadimah menjatuhkan kewibawaan pemerintah demi melegalisasi keputusan Lockdownya, pen.]__
___
KENYATAAN ARAH MENUJU LOCKDOWN ITU MEMANG SULIT DIHINDARI, SAMPAI-SAMPAI ADA BEBERAPA KEPALA DAERAH YANG SUDAH MENGAMBIL LANGKAH, entah MAU DIBERI NAMA APA, SUDAH MENGAMBIL LANGKAH KE SITU.
___
Lihatlah bagaimana Baginda Luqman terang²an mengadudomba antara Presiden dengan para kepala daerah.
Tanyakanlah kepadanya:
✓Apa maksudmu mengatakan Ijtihad pemerintah BISA SALAH di hadapan publik MMA jika bukan sebagai pondasi pembenaran atas ~~keputusan~~ IJTIHAD lockdown– illegalmu tanpa perikemanusiaan mu untuk menyelisihi keputusan Presiden? Engkaupun Berhak berIJTIHAD sebagaimana pemerintah bukan?!
Sungguh demonstran jalanan tidak menggunakan bahasa² agama dalam memprovokasi massanya namun Baginda Luqman telah menggunakan istilah² agama untuk melampiaskan ambisi kekuasaannya.
✓Apa tujuanmu menuding Para Kepala Daerah melakukan kebijakan Lockdown jika bukan untuk menguatkan dan membenarkan keputusan lockdown– illegal lagi zhalimmu wahai penguasa gadungan?
✓Darimana kamu tahu kalau para Kepala Daerah melakukan Lockdown atau apapun namanya? Apakah dari para telik sandimu di berbagai daerah ataukah dari koran online hasil searching Alfian dan teamnya?!
✓ Berkacalah siapa dirimu agar sadar diri dan tahu diri bahwa dirimu sama sekali tidak memiliki kekuasaan dan bukan orang yang berhak berbicara terkait kebijakan menyangkut jutaan nyawa manusia!
✓ Provokasimu dan adudomba busukmu antara Presiden dan Para Kepala Daerah adalah kebusukan makar ikhwanimu yang nyata, kelancanganmu yang berbahaya atas nama dakwah Ahlussunnah dan sungguh telah benar firasat ‘alim rabbani Al-Allamah Rabi’ hafizhahullah ketika berkata:
إنني خائف من لقمان هذا أن يكون إخوانياً متظاهراً بالسلفية
“Sesungguhnya SAYA KHAWATIR bahwa Luqman ini adalah orang Ikhwani yang pura-pura berpenampilan Salafiyyah”
✓ Jika Syaikh Arafat tidak tahu kejahatan besar dan makar busuk adudomba tuan Luqman yang diucapkannya dalam BAHASA INDONESIA maka itu adalah musibah dan jika dia tahu tetapi tetap saja membelanya maka mushibahnya lebih dahsyat lagi. Sebuah resiko -KEHINAAN DIJAUHI SALAFIYUN ditanggung sendiri- akibat berkawan dengan orang yang telah mengikrarkan dirinya sebagai PENJAHAT PERANG.
Setali tiga uang.
همَّازٍ مَّشَّآءٍۢ بِنَمِيۡمٍۙ
“suka mencela, yang kian ke mari menghamburkan fitnah” (Al-Qalam: 11)
✓ Syaikh Arafat telah menggelari namam yang (memasang pangkat untuk dirinya sendiri sebagai [PENJAHAT PERANG](