https://t.me/sekelumitsejarah/2428
RETORIKA GANDA… Menyitir fatwa Syaikh Rabi’ secara terang-terangan setelah sebelumnya disembunyikan, sementara di balik layar justru melayani proyek Dewan Transisi secara sembunyi-sembunyi!
Telah muncul di hadapan publik sebuah suara yang menghiasi kata-katanya kepada manusia, menampilkan diri sebagai penasihat yang tulus dan terpercaya, sambil mengangkat slogan komitmen dengan fatwa Syaikh Rabi’ –rahimahullah– meskipun dia telah menyembunyikannya selama lima tahun, sebagaimana telah terungkap beberapa waktu yang lalu.
Dia ingin agar pengungkapan yang terlambat ini digunakan untuk merangkul para pemuda Salafi dan mendapatkan kepercayaan mereka, lalu nampak seolah-olah dialah satu-satunya yang semangat di atas manhaj Ahlus Sunnah.
Akan tetapi di balik ketenangan yang dibuat-buat ini tersembunyi kontradiksi yang nyata! Karena dia secara jelas mendukung Dewan Transisi secara sembunyi-sembunyi, dan para pengikutnya dari kalangan penuntut ilmu di negerinya dengan jelas mendukungnya: menyebarluaskan idenya, menggambarkan sikapnya sebagai sesuatu yang baik, membenarkan kesalahannya, serta terus-menerus memberi saran agar dianggap sesuai dengan syariat, dan mendukung perang terhadap pihak-pihak lain yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman.¹
Ini adalah jalur politik partisan kedaerahan yang menyimpang, jauh dari fatwa Syaikh Rabi’, yang sama sekali tidak ada hubungan dengan beliau, baik dari dekat maupun dari jauh.
⚠Yang nampak dari semua ini:
Mengutip fatwa Imam Rabi’ hanyalah sebagai alat untuk meraih kepercayaan para pemuda Salafi.
❌Namun secara batin:
Melayani proyek Dewan Transisi dengan cara-cara yang penuh tipu daya.
Dualitas inilah termasuk fitnah yang paling berbahaya: karena menipu para pemuda, menggunakan nama para ulama, pelakunya menampakkan seorang salafi yang menasehati, padahal hakikatnya dia menuruti hawa nafsunya dan melayani agenda lain di bawah meja dan menampakkannya kepada para pengikutnya dengan bentuk yang jelas.
Jika benar fatwa Syaikh Rabi’ yang baru itu telah bersama kalian sejak lima tahun yang lalu, maka mengapa kalian tetap berselisih dengan sebagian masyaikh dan para penuntut ilmu di negeri kalian? Padahal kalian adalah orang-orang yang kokoh di atas prinsip Ahlus Sunnah dalam siyasah syar’iyyah (politik syar’i), dan orang-orang yang berpegang pada fatwa Syaikh kami al-Imam Rabi’ al-Madkhali rahimahullah?
Bukankah ini saja sudah cukup untuk membongkar kontradiksi manhaj kalian, kedustaan dakwaan kalian, dan bahwa tindakan kalian menyimpang dari apa telah digariskan oleh para ulama?!
Sesungguhnya manhaj salafi tidak mengenal kedustaan dan tidak menerima kontradiksi semacam ini. Jadi seorang salafi memiliki sikap yang jelas dan kokoh, tidak menjadikan fatwa para ulama sebagai tangga untuk meraih simpati emosional dan tidak menyembunyikannya sekian tahun lamanya ketika membutuhkannya.
Adapun orang yang menyembunyikan diri dengan fatwa di siang hari, namun diam-diam melayani proyek politik partisan di kegelapan untuk menebar perpecahan di tengah manusia, maka dia bukanlah seorang penasihat dan bukan pula orang yang terpercaya. Bahkan dia adalah pengekor hawa nafsu yang menjalankan apa yang disembunyikan hatinya di bawah slogan-slogan palsu.
…insya Allah
#فواز_بن_علي_المدخلي
https://www.facebook.com/share/p/1DhW4aGsVs/
(1) Dewan Transisi Selatan adalah pasukan -melawan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi- untuk memecah negara Yaman dengan memisahkan diri dan menjadikan wilayah Yaman Selatan sebagai negara tersendiri. Gerakan ini dipimpin oleh Zubaidi Aidrus dan Hani bin Braik dengan dukungan negara UEA (seperti halnya pemberontak RSF dukungan UEA di Sudan). -pen.
#jujurlahselamanya
Hukum Berperang Bersama Pemerintah Sudan Melawan Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces (RSF)
___
Kanal Syeikh Ali Al-Huthaifi Al-Adani di Telegram untuk bergabung
https://t.me/AliAlHuthaifi55
Tautan Grup [ 1 ] WhatsApp
https://chat.whatsapp.com/JA537JxUxcQ6ysXw5O2ygL
Tautan Grup [ 2 ] WhatsApp
https://chat.whatsapp.com/HeQKzGv3qgxEenSec5DJY2
#jihad_pemerintah
#sparatis_pemberontak_RSF_UEA