DATA PRIMER BUKU SEJARAH DAKWAH SALAFIYAH DI INDONESIA
✅`Terverifikasi`
Ditulis oleh Pelaku Sejarah Dakwah Salafiyah, BUKAN Pelaku Sejarah Dakwah Sururiyah Ikhwaniyah
Luqman:
__Namanya Jam’iyah Ihya’ at-Turats, yayasan (namanya) Ihya’ at-Turats. Didirikan oleh seseorang berkebangsaan Mesir, juga berpaham Ikhwanul Muslimin, sama seperti Muhammad Surur. Namanya Abdurrahman Abdul Khalik.____
__
👆👆👆
🔥🎙🔥 Abu Sa’id Hamzah (Tokoh ter ke Muka Kilat Balik Sejarah Dakwah Salafiyah Di Degolan):
Sebelum ana luruskan ucapan beliau, ana akan tanya kepada beliau dulu
T0L0NG DIJAWAB!
Apakah antum sudah mengenal dakwah Salafiyah ketika itu?
Dan menjadi Salafi ketika itu?
Karena berbicara tentang Ihya’ut Turats
💪🏼ANA DI DEGOLAN YA
Antum wahai ustadz ~~Abdul Hakam~~ Luqman ya, ada dimana ketika itu?
Sebagai pemeran dakwah?
Atau antum sudah Salafi ketika itu?
🛴💨Mungkin antum ketika itu masih di bangku sekolah
Ma’af terpaksa ini ya.
https://t.me/sekelumitsejarah/1725
https://t.me/sekelumitsejarah/674
KILAS BALIK SEJARAH DAKWAH ~~SALAFIYAH~~ SURURIYAH DI INDONESIA DALAM KALIBRASI KILAT BALIK SEJARAH DAKWAH SALAFIYAH DI INDONESIA
Firman Allah Ta’ala:
ٱسۡتِكۡبَارًا فِى ٱلۡأَرۡضِ وَمَكۡرَ ٱلسَّيِّئِ وَلَا يَحِيقُ ٱلۡمَكۡرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهۡلِهِۦ
__Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.__ (Fathir: 43)
Seperti pepatah
__Jika bukan karena dijilat api
Takkan dikenal wangi aroma gaharu
Jika bukan karena hinaan Nol Potol Luqman Ba’abduh Al-Jemberi
Takkan dikenal terjemahan Ruwaifi hinaan Sifr ‘ala Syimalnya Arafat al-Muhammadi__
Kutipan:
Manusia, ruang, dan waktu adalah tiga unsur penting dalam sejarah. Ketiga unsur tersebut saling terkait satu sama lain dalam sejarah.
Kenapa ketiga hal itu saling terkait? Sebab, manusia adalah objek utama dalam kajian sejarah dan manusia tidak dapat melepaskan diri dari keberadaan unsur ruang dan waktu yang melingkupinya.
Kajian Sejarah Dakwah Salafiyah Tanpa Adanya Peristiwa Dan Pelakunya, Kajian [Absurd](https://kbbi.web.id/absurd)
Adalah konyol, tidak masuk akal, mustahil, lucu, bahkan menggelikan ketika anda berbicara sejarah tanpa anda membahas peristiwa sejarah dakwah Salafiyah dan para pelakunya.
Sejarah dakwah Salafiyah bukanlah makhluk halus atau Sejarah Tanpa Realita yang tidak berwujud dan berkenyataan.
Gambaran terkini kondisi miris Luqman dan orang² yang mengelilinginya, boro² sikap ilmiah, bahkan jauh dari akal sehat dan asupan ilmu yang menyehatkan.
Tipuan Atas Nama Kilas Balik Sejarah, Harakiri Sejarah?
Ketika Luqman Ba’abduh dan Kharisman menggeber acara bertajuk Kilas Balik Sejarah Dakwah Salafiyah di Indonesia tanpa menyebutkan peristiwa² penting yang terjadi dalam sejarah dakwah itu sendiri dan para tokoh dakwah Salafiyah yang terlibat di dalamnya maka itu termasuk bentuk pengelabuan dan penipuan.
Ambil saja satu contoh Data Primer dari sebuah peristiwa besar dakwah Salafiyah yang takkan mungkin bisa dipisahkan keterkaitannya antara ruang, waktu dan manusianya kecuali dengan menyebutkannya sehingga data tersebut bisa dikategorikan sebagai data valid sejarah yang menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar² telah terjadi.
📅 1 September 1996M
✅Syaikh Rabi’ : Apakah telah sampai kepada kalian kitab An-Nashrul ‘Aziz?
✳Usamah: Ya, telah sampai pada kami
✅Syaikh Rabi’: An-Nashrul ‘Aziz Bukan Jama’ah (maksudnya kitab Jama‟atun Wahidah Laa Jama’aat…)
✳Usamah: ANTUM TELAH MEMBERIKAN KEPADA KAMI 15 KITAB, SYAIKH. DAN TELAH KAMI BAGI KEPADA DU’AT SALAFIYYIN¹, Jazakumullahu khairan
✅Syaikh Rabi’: Dari kitab An-Nashrul ‘Aziz?
✳Usamah: Sebelum liburan kami telah mengambil dari antum 15 kitab
✅Syaikh Rabi’: Mereka bisa mengambil faedah?
✳Usamah: Kami telah mengambil faedah yang banyak, jazakumullahu khair ya Syaikh
✅Syaikh Rabi’: Alhamdulillah, akan tetapi Quthbiyyun tidak bisa mengambil faedah
✳Usamah: Ya, mereka tidak mengambil faedah dan tidak mau ilmu
✅Syaikh Rabi’: Allahu Akbar
✳Usamah: Benar, Allahul Musta’an semoga Allah memberi hidayah pada mereka
✅Syaikh Rabi’: Kamu senang di sana (Indonesia)?
✳Usamah: Ya
✅Syaikh Rabi’: Kamu mau tinggal di sana atau mau kembali ke Jami’ah (Universitas)?
✳Usamah: Kami akan kembali ke Jami’ah, Insya Allah
✅Syaikh Rabi’: Kapan kamu akan kembali?
✳Usamah: Insya Allah seminggu atau sepuluh hari lagi
✅Syaikh Rabi’: Ya, dan jangan terlambat
✳Usamah: Kami akan datang dengan membawa kabar, Insya Allah
✅Syaikh Rabi’: Apabila kamu dan teman-temanmu datang, tulislah segala sesuatunya
✅Usamah: Insya Allah
…
`Lajnah Khidmatus Sunnah wa Muharabatul Bid’ah`
Ahad, 1 September 1996M/ 17 Rabi’uts Tsani 1417H
Footnote
(1) Sekaligus tertitip pertanyaan Hamzah pada Dua Mufti Kibir Sifr ‘ala Syimal Luqman Ba’abduh dan Arafat Muhammadi:
💪🏼ANA DI DEGOLAN YA
Antum wahai ustadz ~~Abdul Hakam~~ LUQMAN DAN SYAIKH ARAFAT YA, ADA DIMANA KETIKA ITU?
SEBAGAI PEMERAN DAKWAH (SALAFIYAH)?!