MANHAJ GEGAR OTAK (baca: CACAT LOGIKA): MENENGOK TAMAN ORANG-ORANG YANG…

31 MANHAJ GEGAR OTAK (baca: CACAT LOGIKA): MENENGOK TAMAN ORANG-ORANG YANG JATUH CINTA DAN TAMASYA ORANG-ORANG YANG RINDU TUK MENJAWAB TIKAMAN BAGINDA TERHADAP CINTA

Buah karya:
Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah

📥 https://waqfeya.net/book.php?bid=7002

Paduka Luqman Bukan Ulil Amri Kita Pun Bukan Ulama Anda

Lihatlah jual beli anda
Jujur ataukah penuh tipu daya
Kau tetapkan diri tak boleh dihukumi salah kecuali oleh ulama
Tapi lidahmu tak putus-putusnya vonis sini dan vonis sana
tanpa rekomendasi ulama
Bergaya bak ulama
Ilzammu komandokan bak penguasa
Tikamanmu terhadap cinta
Tanpa rujukan kibar fatwa
Kubalas dengan taman orang-orang yang jatuh cinta
Singkap ngawurnya vonis paduka
Lidahmu menjulur panjang lebihi ulama
Siapa paduka

Asy-Syaikh Rabi’ berkata:

وأنت (لقمان) احفظ لسانك…”

“Dan engkau (wahai Luqman) jagalah lisanmu…!!”

Ulama tlah peringatkan paduka
Betapa nyata tajamnya lisan anda
Bukannya rujuk namun malah terbuka
Kau benarkan peringatan ulama kita
Jazahullah Syaikh Rabi’ ayahanda

32 MANHAJ GEGAR OTAK (baca: CACAT LOGIKA): TAMAN CINTA DAN YANG DIRUNDUNG ASMARA MENOLAK TIKAMAN BAGINDA

Firman Allah Ta’ala:

وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ أَهْلِهَا

”Dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya” (Yusuf: 26)

Bukalah 👁 paduka
Bersihkan daki yang menutupinya
Ingat hai paduka
Janganlah kebencianmu terhadapnya
Menjadikanmu tak bisa bersikap adil kepadanya
Jadilah saksi yang adil karenaNya
Bukankah adil lebih dekat kepada takwa
Inilah dedengkot anda
Abu Abdillah Wates Satgas MMA
Menjajakan taman CINTA
Dan yang dirundung ASMARA
Gajah di depan mata paduka
Tak nampak bagi komunitas MMA
Kuman di seberang lautan sana
Dihujat karena tak sepakat dengannya

Hinalah paduka penikam CINTA
Ngawur dalam berfatwa
Tanpa ada bimbingan ulama
Jarkoni jajaran paduka
Dustanya slogan dibawah bimbingan ulama
Karna ulama kita
ternyata ajarkan CINTA
Kenapa semangat amal mulia
Karna CINTA Allah dan RasulNya
Kita CINTA sahabat NabiNya
Karna Al-Musthafa menCINTAinya
Benci dan CINTA
Karna Allah semata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top