CATATAN KECIL UNTUK SEBUAH RASA SYUKUR
__Sungguh pada fitnah terdahulu terdapat pelajaran berharga bagi orang-orang yang berakal__
Betapa RASA SYUKUR di hari ini¹ serupa dengan UCAPAN SYUKUR di hari kemarin.
Adapun CATATAN KECIL untuk menSYUKURinya masihlah berlaku tulisan Sang Baginda dengan beberapa penyesuaian saja -walhamdulillah- :
https://mail.manhajul-anbiya.net/catatan-kecil-untuk-sebuah-ucapan-syukur-dzulqarnain-bin-sunusi/
Teringat dengan petuah keNabian:
لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
__”Seorang mukmin tidak akan tersengat pada lubang yang sama dua kali”__
Bukankah sejarah adalah pelajaran yang berharga wahai Baginda?
Dan kini kami mengambil pelajaran berharga dari Catatan Kecilmu terhadap makarnya orang yang berlindung di balik RASA SYUKUR, manakala lisannya bertasbih merajut ukhuwah namun tangannya malah menyembelih manhaj asatidzah Haddadiyah..
Hanya kepada Allah kami mengadu dari makar penjungkirbalikan akal sehat
____
(1) https://t.me/ForumBerbagiFaidah/11885
BAGINDA LUQMAN BA’ABDUH MEROBEK TABIR SURAT RUJUK MUTALAWWIN LA’AB MAKIRNYA DARI SKANDAL CELAAN TANPA BUKTI LUWIHGATE-2
https://t.me/sekelumitsejarah/256
Setelah menyebarluaskan pernyataan rujuk dari celaan pada rekaman Luwihgate-2 yang kemudian direpost kembali di Chanel binaan MMA:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/11885
Maka dikeluarkanlah tulisan pujian terhadap upaya Baginda dalam mengajak persatuan yang ternyata bertepuk sebelah tangan yang diberi judul:
RASA SYUKUR DAN HARAPAN
Tulisan di atas jika sedikit saja dicermati tak lebih dari sebuah pepatah:
__Lisanmu bertasbih jalin ukhuwah namun tanganmu malah menyembelih manhajnya asatidzah dengan vonis Haddadiyah__
Seketika pula teringatlah hamba dengan tulisan “serupa” dari seorang gembong Mutalawwin La’ab Makir, Dzulqarnain Al-Makassari yang kemudian dikritisi oleh Baginda sendiri pada link berikut ini:
https://mail.manhajul-anbiya.net/catatan-kecil-untuk-sebuah-ucapan-syukur-dzulqarnain-bin-sunusi/
Alangkah serupanya hari kemarin dengan hari ini.
Benarkah Baginda Luqman Jujur Dengan Rujuknya Dan Merealisasikannya di Alam Nyata?
Apabila melihat alenia awalnya tulisan begitu indahnya ucapan yang disebutkan:
___
Kami menyaksikan dan mengikuti secara langsung dengan seksama upaya dan usaha dari Ustadz Luqman Ba’abduh dan yang bersama beliau di Jember hafizhahumullah, dalam rangka menjalankan bimbingan, nasihat, dan arahan tersebut.
Upaya untuk jam’ul kalimah telah diperjuangkan dengan berbagai cara yang sudah ditempuh. Bahkan, penutupan dua situs yang dipermasalahkan oleh asatidzah jumhur telah dilakukan.
Semangat untuk menyebarkan Washaya Ulama 10 Rajab 1442 H dan Audio Syaikh Abdullah al-Bukhari hafizhahullah 4 Syawal 1442 H begitu gencar dilakukan, diiringi dengan kalimat rujuk serta ajakan untuk menjalin dan merajut ukhuwah oleh pihak Asatidzah Jember terus dilakukan.
____
Ironisnya, keindahan kata-kata itu tidak dia buktikan dengan sikap-sikap lisan Baginda Luqman pada muhadharah demi muhadharahnya. Di awal ia memolesi ucapannya dengan kata syukur, yakni tulisan ini sebagai bentuk “syukur” namun syukur yang dimaukan ternyata adalah:
Rujuk dari celaan tersembunyi sebagaimana disampaikan oleh Paduka sendiri (yang ternyata inipun merupakan rujuk abal-abal sebagaimana bukti audio yang akan kita tampilkan) yang disusul dengan CELAAN DEMI CELAAN SECARA TERBUKA YANG DISEBARLUASKAN OLEH CHANEL MANHAJUL ANBIYA’.
Subhanallah ini adalah keajaiban yang sangat nyata.
Bagaimana bisa engkau bangga pamerkan rujuk La’abnya paduka dari celaan-celaan tersembunyi -wahai ustadz Ruwaifi- dan menggantinya dengan kejahatan yang lebih besar dan lebih merusak dengan menyebarluaskan secara resmi celaan-celaan terbuka dari Baginda?!
Mari kita simak.
Di dalam Silsilah Manhajiyah nya, Baginda Luqman mengungkap fakta yang PALING BERHARGA DARI SURAT RUJUKNYA yakni bersihnya dirinya dari kesalahan isi rekaman tersebut di balik pernyataan rujuk yang dia sebarkan terkait skandal rekaman penelponan Luwihgate-2:
Baginda berkata:
https://t.me/sekelumitsejarah/251
BERBEDA DENGAN PENELPONAN Abu Abdurrahman Luwih di Palembang SAUDARA KITA HAFIZHAHULLAH yang kemudian TANPA DISADARI DAN TANPA DIINGINKAN JATUHLAH REKAMAN ITU KE AL-GHAUGHAIYIN yang memang senang mengadudomba, senang mengolah sebuah permasalahan, sebuah peristiwa sebagai bahan menyalakan api fitnah.
——–
Ini adalah fakta kontradiksi besar di balik isi surat Rujuk yang disebarkan MMA.
https://t.me/ManhajulAnbiya/4342
Dari pernyataan di atas menunjukkan:
🎙 https://t.me/sekelumitsejarah/251
✓ Ikrar penegasan secara resmi bahwa Abu Abdurrahman Luwih HAFIZHAHULLAH selaku PEREKAM DAN PENYEBAR CELAAN-CELAANNYA TIDAKLAH BERSALAH!
___
✋ __BERBEDA DENGAN PENELPONAN Abu Abdurrahman Luwih di Palembang SAUDARA KITA HAFIZHAHULLAH__
___
✓ Paduka Luqman menyadari benar adanya KESENGAJAAN PEREKAMAN DIALOGNYA tersebut (sebagai bagian dari propaganda penguatan UNTUK KALANGANNYA SENDIRI tentang ‘fakta’ KESALAHAN MANHAJIYAH ASATIDZAH).
✓Pernyataan terbaru tersebut (pasca menulis surat rujuk) juga menunjukkan secara jelas KEINGINAN PENYEBARLUASAN REKAMAN Luwihgate UNTUK PENGUATAN DI KALANGANNYA SENDIRI.
✓ Hanya saja dalam PROPAGANDA PENYEBARAN UNTUK KALANGANNYA SENDIRI, tanpa disadari dan tanpa diinginkan JATUHLAH REKAMAN ITU kepada ‘kambing hitam’ Ghoughoiyin sehingga dijadikan sebagai bahan untuk menyalakan api fitnah dan adudomba.
____
🎙__yang kemudian TANPA DISADARI DAN TANPA DIINGINKAN JATUHLAH REKAMAN ITU KE AL-GHAUGHAIYIN__ __yang memang senang mengadudomba, senang mengolah sebuah permasalahan, sebuah peristiwa sebagai bahan menyalakan api fitnah.__
____
✓ Metode RUSAK Baginda dalam membalik akal sehat. KESALAHAN BUKANLAH PADA SI PENCERCA, BUKAN PULA PADA SI PEREKAM SEKALIGUS PENYEBAR CERCAAN yang malah dihadiahi doa HAFIZHAHULLAH namun KESALAHAN pada pihak yang membantah CERCAANNYA dan membongkar BUKTI CERCAANNYA YANG TERSEBAR.
Filsafat berkelit semacam ini mengingatkan kita pada logika Maling yang tertangkap basah kuyup bersama barang bukti curiannya yang dia membela diri dengan mengatakan, “Salah sendiri dia punya barang sehingga saya mencurinya, kalau dia tidak punya barang tentunya saya tak ada alasan untuk mencuri”
Si Maling telah mencuri, perbuatan batil di sisi syariat. Jangan mencari-cari alasan pembenaran yang rusak setelah engkau merusak kehormatan para duat Ahlussunnah tanpa bukti dan hujjah. Haram bagimu mencabik-cabik kehormatan dan manhaj seorang muslim secara zhalim.
Orang yang jujur, rujuk ikhlas karena Allah dan benar-benar tulus mengaku menyesali perbuatannya takkan mencari-cari alasan pembenaran atas kejahatan yang telah dia lakukan apalagi dengan menyalahkan pihak lain yang membantah dan mengingkari kejahatannya.
Taruhlah tindakan membantah dan mengingkari kejahatan PADUKA merupakan kesalahan, tapi itu TAK MEMBUAT HAQ CELAAN-CELAAN BATILMU yang TELAH DIAKUI SALAHnya oleh ulama.
✓ Watak dan politik liciknya Baginda, berupaya lari menghindar dari substansi masalah (celaan-celaan batilnya pada rekaman Luwihgate-2) kepada penyalahan terhadap kambing hitam, Ghaughaiyin.
✓ Secara substansi, pada pernyataan terbaru ini Baginda Luqman MENCARI PEMBENARAN ATAS CELAAN-CELAANNYA, sama sekali TIDAK MENAMPAKKAN RASA BERSALAH DAN ATAU TIDAK PULA NAMPAK RASA PENYESALAN dengan celaan-celaannya pada Rekaman Luwihgate-2 (rekaman pencacatannya terhadap manhajiyah asatidzah pada Luwihgate-1 beliau juga belum menyatakan rujuk).
Seperti inikah cara merealisasikan kejujuran sebuah rujuk? Allahul musta’an.
Firman Allah Ta’ala:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْن
“Wahai orang__-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang jujur.” (At-Taubah:__119)
Rabu, 7 Ramadhan 1444 H / 29 Maret 2023
