Dimana Ustadz Muhammad Pada Fitnah Ja’far Umar Thalib?
(Menjadikan Sejarah Sebagai Kedok Penghancuran Karakter)
Maka jawabannya adalah
SIAPAKAH YANG MELAKUKAN DISTORSI DAN MANIPULASI SEJARAH?
Sejarah yang lalu sebenarnya bukanlah komoditas sesaat untuk mengangkat seseorang dan menjatuhkan yang lainnya. Masing-masingnya memiliki peran sendiri-sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Hanya saja, manakala berbagai daya upaya untuk mendongkrak keadaan Sang Pengumpat ternyata masih menemui kegagalan demi kegagalan maka sejarah pun akhirnya dijadikan mainan sesaat untuk mendongkrak individu tertentu dengan menjatuhkan yang lainnya.
Bukankah semua asatidzah berperan wahai ustadz? Tidaklah berarti seorang Luqman tanpa peran asatidzah yang lainnya.
Tindakan yang jauh dari etika, distorsif dan manipulatif jika antum hendak menggambarkan seakan sejarah fitnah Ja’far Umar Thalib hanyalah fitnah yang terjadi antara dua orang, Ja’far dengan seorang Luqman Ba’abduh hanya dengan tujuan meninggi-ninggikan jasa besar Paduka.
Sejarah telah dijadikan bahan provokatif untuk menaikkan pamor Baginda.
Pertanyaan secara provokatif dan brutal dilontarkan oleh ustadz Hamzah pada tanggal 17 Pebruari 2023 dan disiarkan oleh radio Manhajul Anbiya’ untuk menjatuhkan al-Ustadz Muhammad As-Sewed:
Karena menyebutkan asatidzah, thayyib.
Fitnahnya Ja’far Umar Thalib.
Dimana ketika itu ustadz Muhammad?! Afwan saja, hah?!
Di awal-awal itu, dimana?!
Afwan terpaksa ini ya.. karena INI PENIPUAN TERHADAP UMAT!
Siapa ya?!
____
Bagaimana menjawab pertanyaan beliau di atas?
Dimanakah ustadz Muhammad?
Marilah kita simak jawabannya dari lisan ustadz Hamzah sendiri.
Bersama Jamarto pada kenyataannya (sesuai pengakuannya sendiri ternyata adalah) untuk menasehatinya sampai titik maksimal sesuai dengan usaha kemampuan beliau.
Sehingga ketika ustadz Muhammad merasa tidak mampu lagi menasehatinya… ditinggalkanlah Jamarto pada akhirnya.
Inilah kisahnya yang diceritakan sendiri oleh lisan ustadz Abu Sa’id Hamzah dari audio bertahun properties 2007 (16 tahun yang lalu):
____
Karena Jamarto ini didukung oleh ustadz Muhammad Umar as-Sewed waktu itu masih di grupnya Jamarto waktu itu ya.
https://t.me/sekelumitsejarah/191
Dan kita, USTADZ MUHAMMAD INI MAU MENASEHATI, DENGAN CARA YANG DIA UPAYAKAN SAMPAI MAKSIMAL.
Karena sudah ndak mampu akhirnya keluar juga (meninggalkan Ja’far Umar Thalib).
Tapi waktu itu masih, saya melihat di pihaknya Jamarto.
Sampai ucapan saya, bukan Jamarto yang menyikat tapi ustadz Muhammad yang nyikat.
Jadi saya berhadapan dengan ustadz Muhammad ini ya.
____
Demikianlah penjelasan dari ustadz Hamzah sendiri. Semoga ustadz Hamzah yang sekarang bisa memurajaah sejarah yang dahulu kala (16 tahun yang lalu) telah dikisahkannya kepada kita sekalian untuk membantu merefresh ingatan beliau.
Jangan menjadi pelupa kelas berat ya ustadz.
__Sa__btu, 27 Rajab 1444 H / 18 Februari 2023
SEJARAH PENASEHATAN ASATIDZAH TERHADAP JAMARTO TUK MELURUSKAN DISTORSI DAN MANIPULASI ABU SAID HAMZAH
Pada bukti audio ini akan terjawab pertanyaan:
Pantaskah Ustadz Hamzah (‘Koordinator Lapangan’ Di Ambon) Membonsai Peran Asatidzah Dalam Menasehati Ja’far Umar Thalib rahimahullah HANYA UNTUK MeLANGITkan Jasa Besar Baginda Pengumpat?
Siapakah yang mendistorsi dan memanipulasi sejarah jika demikian?
Ucapanmu (2007) adalah hujjah untukmu (2023) wahai ustadz.