ASATIDZAH AHLUSSUNNAH DI MATA USTADZ LUQMAN BA’ABDUH (BUKTI UNTUK MELENGKAP…

☝📨 ASATIDZAH AHLUSSUNNAH DI MATA USTADZ LUQMAN BA’ABDUH (BUKTI UNTUK MELENGKAPI KISAH YANG DISEMBUNYIKAN DARI SEBUAH KRONOLOGIS PERISTIWA) [2]

Antara akhir Januari-awal Pebruari 2020.

Berikut ini adalah audio persaksian Abu Kahfi Oman Majalengka.

Ana sudah beberapa…ana tahu antum? ….. Ana ngerasa ini Abdul Ghafur ngobok-ngobok asatidzah, ngobok-ngobok tim TPAH. Dibikin tim TPAH bahwasanya nanti kalau gini … gini, nanti kalau gini… gini, nanti kalau gini… gini.

SEMUA ASATIDZAH, ustadz Abdusshomad dan ustadz Usamah TERKONTAMINASI. Sampai ana (Ustadz Luqman, pen.) bilang, “ANTUM TERKONTAMINASI” ketika menyamakan Jendelainfo dengan TPAH.”

“Antum jawab apa?” Ana tanya ustadz Abdusshomad dan ustadz Usamah. Ndak bisa jawab Abdul Ghafur.

Ini namanya Abdul Ghafur -masyaAllah- tingkat tinggi,  bermain tingkat tinggi. Ngobok-ngobok semua. Ingin pecah. Allahul musta’an. Semua sampai seperti itu.

Belum lagi yang pak Helmi ceritakan ke ustadz Qomar. Kan ustadz Qomar bikin resume dikirimkan ke ustadz Luqman. Diantara resume itu, yang ana juga kirain nggak bakal dibahas itu. Bang Helmi bilang (ucapan Abdul Ghafur, pen) intinya, “Ustadz Luqman itu tidak pantas jadi hakim,” kan gitu ya? “aaa..karena ustadz Luqman berperkara”.

Ustadz Luqman, “Maksudnya apa ini? …. Pak siapa ini? Pak siapa ya?
Akhirnya dijelaskan oleh dr. Bambang, “Ini ustadz….”
(Ustadz Luqman), “La Ilaha illallah…La Ilaha illallah.”

(Ustadz Luqman), “Antum sudah… sudah… Ana nggak mau bahas jendi lagi, tapi antum sudah paham masalah jendi dengan TPAH.”

(Ustadz Luqman), “Antum lihat Abdul Ghafur nah…. Tidak boleh jadi hakim gara-gara ana pemegang Jendi. Dalam keadaan dia tidak paham apa yang ana lakukan terhadap Jendi. Tidak paham.
“Asatidzah termakan juga dengan politiknya Abdul Ghafur.”
-Selesai-

Lihatlah bahasa-bahasa SARKASME Ustadz Luqman dalam menghancurkan dan melecehkan SEMUA ASATIDZAH AHLUSSUNNAH.

Setelah itu semua, engkau “mencuri” kalam mereka yang telah engkau hinadinakan wahai Ustadz Luqman untuk memukul orang lain?! Jaban.

Subhanallah, alangkah licik dan pengecutnya dirimu dengan cara-cara murahanmu dalam mengadudomba.

🏹☄☄ Pernyataan PENTING BERUPA JARH terhadap SEMUA ASATIDZAH AHLUSSUNNAH YANG DIFATWAKAN oleh Ustadz Luqman Ba’abduh setelah asatidzah mengomentari Abdul Ghafur sebagaimana yang dinukil oleh Ustadz Luqman Ba”abduh.

Audio ini merupakan bukti kronologis secara ilmiah KISAH YANG DISEMBUNYIKAN, melengkapi pernyataan asatidzah yang dinukil oleh Ustadz Luqman terkait Abdul Ghafur.

Menunjukkan secara jelas bahwa asatidzah (sebagaimana Abdul Ghafur) adalah MAJRUH (orang-orang yang telah dicacati) oleh Ustadz Luqman Ba’abduh.

Secara kronologis:

☄Abdul Ghafur dkk. (BEKAS Tim Majhul Ulb) Majruh, dijarh.
☄SEMUA ASATIDZAH Majruh, dijarh Ulb.
☄Ulb datang ke Tanjungbalai berpanggung drama, mencuri lisan para Majruhin dari kalangan asatidzah (yang sudah dijarhnya) untuk menjarh Abdul Ghafur.
Bahkan jarhnya ustadz Luqman Ba’abduh terhadap Asatidzah lebih keras dan lebih dihinakan karena menyangkut tuduhan-tuduhan PRINSIP-PRINSIP BARU terkait manhaj mereka.

Sejak kapan Majruhin memiliki kekuatan hukum untuk menjarh?!

Dimana sifat keberanian anda untuk membantah Abdul Ghafur secara ilmiah kecuali menjual ucapan orang lain (yang tertutup) wahai jaban?!

Apakah anda tidak memiliki hujjah sama sekali (Nol PothoL) untuk mendustakan tulisan MANHAJ PENCURIAN PLAGIARISME MMA yang ditulis oleh Abdul Ghafur sehingga Anda harus terseok-seok “mencuri” ucapan orang lain yang telah anda jatuhkan HANYA untuk menjatuhkan Abdul Ghafur?!

https://t.me/sekelumitsejarah/111

DUSTAKANLAH TULISANNYA.
Bongkarlah kebobrokannya dan bawakan bukti-bukti ilmiah kejahatan manhajiyahnya agar dia bisa bertaubat.

Berdirilah di atas kakimu sendiri, jangan ‘mencuri’ kaki orang lain untuk menendang saudaranya wahai pengadu domba murahan dengan cara-cara licikmu. Adudombamu terlalu vulgar dan…. tidak laku Alhamdulillah.

Kamis, 29 Rabiul Akhir 1444 H / 24 November 2022
📝 Abdul Ghafur Al-__Malanji (BEKAS Tim Majhulnya ULB)__

BUKTI NYATA, Ustadz Luqman Ba’abduh TIDAK MEMBUTUHKAN BIMBINGAN ULAMA UNTUK MENJARAH ASATIDZAH dan yang terpenting…..

SAMPAI HARI INI TIDAK ADA KALIMAT PENGAKUAN BERSALAH, MEMINTA MAAF KEPADA SEMUA ASATIDZAH LALU RUJUK DAN BERTAUBAT atas semua tuduhan sarkastiknya.

#lubang_kisah_di_tanjungbalai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top